Esensi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Proyeksi Pembangunan Pendidikan Moral Di Indonesia

Heru Ismaya

Sari


ABSTRAK
Tujuan penulisan ini adalah untuk memproyeksikan tentang Esensi Nilai-nilai
Pancasila sebagai pembangunan pendidikan nasional. Nilai-nilai luhur yang tercantum
dalam Pancasila merupakan nilai-nilai yang diharapkan mampu mewarnai perbuatan
manusia Indonesia yang dilaksanakan secara objektif dalam penyelenggaraan pendidikan
maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Penulisan ini meenggunakan metode empiris atau non doktrinal untuk
mendiskripsikan terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai proyeksi pembangunan
pendidikan di Indonesia.
Pancasila adalah dasar negara dan negara pada dasarnya adalah organisasi
(persekutuan hidup) manusia. Oleh karena itu, upaya yang ditempuh oleh negara
dalam mewujudkan tujuan seluruh warganya harus dikembalikan pada nilai-nilai
dasar hakikat manusia yang “monopluralis” meliputi susunan kodrat manusia
yaitu rohani (jiwa) dan raga, sifat kodrat manusia adalah sebagai makhluk
individu dan sebagai makhluk sosial serta kedudukan kodrat manusia sebagai
makhluk pribadi yang berdiri sendiri dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Pendidikan nasional harus diamanatkan sebagai upaya praktis untuk
mewujudkan cita-cita seluruh rakyat yaitu mewujudkan masyarakat adil dan
makmur dan berkeTuhanan. Dengan demikian paradigma nilai-nilai manusia yang
monopluralis benar-benar harus menjadi dasar dalam memproyeksikan kebijakan
pendidikan di Indonesia.
Kata Kunci : Pancasila Sebagai Proyeksi Pembangunan Pendidikasn

ABSTRAK
Tujuan penulisan ini adalah untuk memproyeksikan tentang Esensi Nilai-nilai
Pancasila sebagai pembangunan pendidikan nasional. Nilai-nilai luhur yang tercantum
dalam Pancasila merupakan nilai-nilai yang diharapkan mampu mewarnai perbuatan
manusia Indonesia yang dilaksanakan secara objektif dalam penyelenggaraan pendidikan
maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Penulisan ini meenggunakan metode empiris atau non doktrinal untuk
mendiskripsikan terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai proyeksi pembangunan
pendidikan di Indonesia.
Pancasila adalah dasar negara dan negara pada dasarnya adalah organisasi
(persekutuan hidup) manusia. Oleh karena itu, upaya yang ditempuh oleh negara
dalam mewujudkan tujuan seluruh warganya harus dikembalikan pada nilai-nilai
dasar hakikat manusia yang “monopluralis” meliputi susunan kodrat manusia
yaitu rohani (jiwa) dan raga, sifat kodrat manusia adalah sebagai makhluk
individu dan sebagai makhluk sosial serta kedudukan kodrat manusia sebagai
makhluk pribadi yang berdiri sendiri dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Pendidikan nasional harus diamanatkan sebagai upaya praktis untuk
mewujudkan cita-cita seluruh rakyat yaitu mewujudkan masyarakat adil dan
makmur dan berkeTuhanan. Dengan demikian paradigma nilai-nilai manusia yang
monopluralis benar-benar harus menjadi dasar dalam memproyeksikan kebijakan
pendidikan di Indonesia.
Kata Kunci : Pancasila Sebagai Proyeksi Pembangunan Pendidikasn


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Achmad Fauji, dkk, 1983. Pancasila Ditinjau Dari Segi Historis Segi Yuridis Konstitusional, dan Segi Filosofis.. Unibraw, Malang,

Adi Sulistiyono,2011, Teori Hukum, Materi Perkuliahan Teori Hukum, Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Rahmad Rosyadi dan Rais Ahmad, Formalisasi Syariat Islam Dalam Prespektif Tata Hukum di Indonesia, ctk. Pertama, Ghalia Indonesia, Bogor.

Burhan Ashshofa, 1996.Metode Penelitian Hukum, PT Renike Cipta, Jakarta,

Dasim Budimansyah,dan Syafullah Syam, 2006.Pendidikan Nilai Moral Dalam Demensi Pendidikan Kewarganegaraan, Menyambut 70 tahun Prof. Drs. H.A Kosasih

Djahiri, Laboratorium PKn, FPIPS, Universitas Pendidikan Bandung,

Heru Ismaya, 2009. Pendidikan Pancasila, Pokok-Pokok Materi Perkuliahan, FPIPS, IKIP PGRI Bojonegoro,

H.R. Otje Salman dan Anthon F. SAusanto, 2008.Teori Hukum ( Mengingat, mengumpulkan dan membuka kembali ) cet. Keempat, PT Refika Aditama, Bandung,

Ilham Bsiri, 2005Sistem Hukum Indonesia ( Prinsip-Prinsip dan Implementasi Hukum di Indonesia), PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta,

Munir Fuady, 2007.Dinamika Teori Hukum, Ghalia Indonesia, Bogor,

Phiolippe Nonet dan Philip Selznick, 2008.Hukum Responsif, cet kedua, Nusa Media, Bandung,

Prayogo Bestari dan Syafullah Syam ( Editor ),2010. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dalam Membangun Karakter Bangsa (Nation and Character Buildinf ) ; Refleksi, Komitmen, dan Prospek, Laboratorium PKn, Universitaqs Pendidikan Indonesia, Bandung,

Sunaryati Hartono, 1991.Politik Hukum Menuju Suatu Sistem Hukum Nasional, ctk pertama, Penerbit Alumni, Bandung

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudjio, 2006. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, ed kesimbilan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta,

Setiono, 2010. Pemahaman Terhadap Metodologi Penelitian Hukum, Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta,

Soehartono, Gejala Transformasi Hukum Islam Dalam Hukum Nasional, Artikel pada Majalah Hukum Yustisia, Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret, Surakarta, edisi no. 64 tahun XVI, Januari – Maret 2004

Satjipto Raharjo dalam Johny Ibrahim,2007. Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Banyumedia Publishing, Malang,

Soejipto Rahardjo, 2006.Sisi-Sisi Lain Dari Hukum Di Indonesia, ctk kedua, PT KOmpas Media Nusantara, Jakarta,

Teguh Prasetyo dan Abdul Halim Barkatullah, 2007.Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum, Studi Pemikiran Ahli Hukum Sepanjang Zaman, ctk kedua, Pustaka Pelajar, Yogyakarta,

Theo Huijbers, Filsafat Hukum, ctk, ketiga, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1995.


Refbacks

  • »


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.