Kajian Semiotik Puisi Jaran Debok Karya F. Aziz Manna

Kodrat Eko Putro Setiawan

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam puisi Jaran Debok karya F. Aziz Manna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah semiotik Riffaterre.
Sumber data berupa kutipan puisi Jaran Debok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaklangsungan ekspresi puisi Jaran Debok meliputi penggantian arti berupa metafora, personifikasi, sinekdoki pars pro toto. Penyimpangan arti berupa ambiguitas. Pembacaan heuristik menghasilkan arti sesuai konvensi bahasa, belum menghasilkan makna. Pembacaan hermeneutik dalam puisi ini secara keseluruhan terkandung makna filosofis bahwa hidup adalah perjuangan.
Model dalam puisi ini adalah Debok. Matriksnya adalah hidup harus optimis, kerja keras, pantang menyerah dan berdoa kepada Tuhan. Varian dalam puisi ini adalah (1) langkahku canting merobek kain, (2) Berjingkrak menuding langit, (3) tak kubiarkan secuil bungkil tertinggal.


Kata-kata Kunci : semiotik, puisi, jaran debok


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adri. (2011). Analisis Puisi Jika Pada Akhirnya Karya Husni Djamaluddin dengan Pendekatan Semiotika. Jurnal Metasastra 4 (2).

Altenbernd, Lynn dan Leslie, L. (1970). A Handbook for the Study of Poetry. London: CollierMacmillan Ltd.

Bustam, B. M. R. (2014). Analisis Semiotika Terhadap Puisi Rabi’atul Adabiyah dan Kalimat Suci Mother Teresa. Jurnal Analisa, 21 (2).

Cobley, P., & Jansz, L. (2002). Mengenal Semiotika For Beginner. Bandung: Mizan.

Endraswara, S. (2008). Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Wi-dyatama.

Junus, U. (1981). Mitos dan Komunikasi. Jakarta: Sinar Harapan.

Manna, F., A. (2016). Kumpulan Puisi Playon. Jakarta: PT. Gramedia.

Manuaba, P.I.B. (2009). Makna Perlawanan Kultural dalam Puisi Indonesia Mutakhir. Jurnal Atavisme, 12 (1).

Nurgiyantoro, B. (2014). Stilistika. Yogyakarta: UGM Press.

Pradopo, D.R. (2011). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Preminger, A. (ed.) dkk. (1974). Princeton Encyclopedia of Poetry and Poetics. New Jersey: Princeton University Press.

Ratih, R. (2016). Teori dan Aplikasi Semiotik Michael Riffaterre. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratna, N. K. (2006). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Cetakan ke II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Riffaterre, M. (1978). Semiotics of Poetry. Bloominton & London: Indiana University Press.

Saptawuryandari, N. (2014). Cerita Pendek Anak dalam Majalah Bobo Tahun 1980-an Sebagai Bacaan Pendidikan Karakter. Jurnal Atavisme, 17 (2).

Setyaningrum, B. (2015). Kesenian Kuda Debog di Suruhan Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Makalah Wawasan Budaya Nusantara, ISI Surakarta.

Sugiarti. (2016). Kajian Ekobudaya Pada Novel Tirai Menurun Karya Nh. Dini. Jurnal Atavisme, 20 (1).

Suryabrata, S. (2011). Metode Penelitian. Jakarta: PT. Rja Grafindo Persada.

Sutardjo, I. (2012). Kajian Budaya Jawa. Surakarta: Jurusan Sastra Daerah, FSSR UNS.

Taufiq, W. (2016). Semiotika Untuk Kajian Sastra dan Al-Quran. Bandung: Yrama Widya.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Zaimar, O.K.S. (1991). Menelusuri Makna Ziarah Karya Iwan Simatupang. Jakarta: ILDEP & Intermasa.

Zoest, A. & Sudjiman, P. (Ed.) (1992). Serba-serbisemiotika. Jakarta: Gramedia


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.