Kelayakan Dan Keefektifan Modul IPA Terpadu Berbasis Inkuiri Terbimbing Disertai Nilai Islam Tema Antasida

Nurul Widya Fitri Purnamitha, Baskoro Adi Prayitno, Ashadi Ashadi

Sari


Pengembangkan modul IPA Terpadu berbasis Inkuiri Terbimbing disertai nilai Islam bertujuan untuk 1) mengetahui kelayakan produk, dan 2) keefektifan produk ditinjau dari hasil belajar dan ketrerampilan proses sains. Produk ini dikembangkan untuk menunjang pembelajaran IPA untuk SMP/MTs kelas VII.
Model yang digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan modul IPA Terpadu adalah model pengembangan oleh Borg and Gall yang direduksi menjadi 9 tahap yang terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut : 1) analisis kebutuhan, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk, 4) uji lapangan awal, 5) revisi produk awal, 6) uji lapangan utama, 7) revisi produk utama, 8) uji lapangan operasional, 9) revisi produksi operasional. Penelitian ini berhasil mengembangkan modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing disertai nilai Islam tema antasida yang: 1) kelayakannya ditinjau dari aspek materi, kegrafikan, kebahasaan dan sintaks inkuiri terbimbing rata-rata memiliki kriteria sangat baik. 2) produk ini efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari rerata nilai antara kelas pengguna produk lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 62 dan 58.

Kata kunci : Modul IPA Terpadu, Inkuiri terbimbing , Nilai Islam


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Carin, Arthur A dan Sund, Robert B. 1989. Teaching Science Through Discovery. Colombus: Merril Publishing Company.

Chiappetta, Eugene L. dan Koballa, Thomas R. 2010. Science Instruction in the Middle and Secondary Schools. SeventhEdition. Boston: Pearson Education, Inc.

Depdiknas. 2008. Penulisan Modul, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan.

Djudin, Tomo. 2011. Menyisipkan Nilai-Nilai Agama Islam dalam Pembelajaran Sains: Upaya Alternatif Memagari AqidahSiswa. Jurnal KhatulistiwaJournal of Islamic Studies Vol 1 Nomor 2 hal 151-160.

Ergul, Remziye et al. 2011. The Effects of Inquiry-Based Science Teaching on Elementary School Students’ Science Process Skills and Science Attitudes. Bulgarian Journal of Science and Education Policy (BJSEP), vol. 5 (1), hal. 48 - 68. Turkey: Uludag University.

Gormally dan Hallar. 2008. Science Literacy & Self-Confidence in Doing Biology: Inquiry Versus Traditional Labs. Journal Association for Biology Laboratory Education (ABLE), vol. 29, hal. 324-325. Georgia: University of Georgia.

Lati, Wichai. 2012. Enhancement of Learning Achievement and Integrated Science Process Skills Using Science Inquiry Learning Activities of Chemical Reaction 115 Rates. Journal Procedia - Social and Behavioral Sciences, vol 46, hal. 4471– 4475. Ubon Ratchathani: Ubon Ratchathani University.

Rahmanto et. All. 2015. Pengembangan Modul IPA Terpadu Berbasis Inkuiri Terbimbing dengan Tema Keju untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VII. Jurnal Inkuiri Vol. 4 No.4 pp109-120.

Suryosubroto. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: PT. Kencana Prenada Media Group.

Trianto. 2011. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.