Kajian Sosial Budaya Dalam Novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli

Wahyuningsih Wahyuningsih

Sari


Novel Memang Jodoh yang dikarang oleh Marah Rusli ini mengungkapkan pernyataan dua budaya yang berbeda dalam suatu perkawinan, yakni budaya pada masyarakat Minang dan Sunda. Novel ini hendak menggugat adat Minang yang memiliki aliran yang sangat ketat terutama dalam hal perkawinan dan menolak budaya poligami. Oleh karena itu, novel Memang Jodoh ini syarat dengan konflik yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial dan budaya.

 

Kata Kunci: sosial budaya, novel Memang Jodoh


Referensi


Amir. 2006. Adat Minangkabau Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang. Jakarta: PT Mutiara Sumber Widya.

Endraswara, Suwardi. 2013. Teori Kritik Sastra. Yogyakarta: CAPS

Koentjaraningrat. 1993.Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Ratna, Nyoman Kutha.2010. Sastra dan Cultural Studies Representasi Fiksi dan Fakta. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Rusli, Marah. 2013. Memang Jodoh. Bandung: Qanita.

Utja, Djuriah M dkk. 1993. Pembinaan Budaya Dalam Lingkungan Keluarga di Jawa Barat. Buku tidak diterbitkan. Bandung. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Tradisional Proyek Penelitian, Pengkajian, dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Jawa Barat.

Wellek, Rene dan Werren, Austin. 1977. Teori Kesusastraan. Terjemahan oleh Melani Budianta. 2013. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.


Refbacks

  • »
  • »


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.