Efektivitas Pembelajaran Kooperative Tipe Learning Together Dengan Media LCD Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Kompetensi Dasar Dimensi Tiga Semester II SMA Negeri 2 Ngawi Tahun Pelajaran 2013–2014.

Tri Sardjoko

Sari


Perkembangan teknologi semakin lama semakin maju dan berdampak bagi perkembangan kehidupan manusia, baik positif maupun negatif.Di dunia pendidikan perkembangan teknologi dimanfaatkan guna memudahkan guru dalam proses pembelajaran untukmeningkatkan prestasi belajar siswa. Teknologi pembelajaran semakin berkembang pesat dan muncul beragam media belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa. Namun cukup banyak permasalahan yang dihadapi dalam proses pemenuhan akan pendidikan, salah satunya adalah masalah kualitas pendidikan. Hal ini menjadi tugas seorang pendidik untuk menemukan model pembelajaran yang sesuai dengan materi, agar siswa tidak bosan.Sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa.Salah satu metode yang mampu meningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa adalah pembelajaran kooperatif tipe Learning Together.

Penelitian ini untuk menjawab dari pernasalahan yang ada yaitu: (1) Apakah pembelajaran koperatif tipe Learning Together dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika dan (2) Apakah pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam berdiskusi, berpikir kritis, bertanya, maupun kemampuan berpendapat di kelas X–A SMA Negeri 2 Ngawi. Penelitian ini dilaksanakan tiga siklus yaitu siklus I, siklus II, dan siklus III.Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Ngawi pada semester II tahun pelajaran 2013–2014.Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengamatan langsung, lembar observasi guru, lembar observasi siswa, tes.

Berdasarkan hasil tindakan dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe Learning Together pada kompetesi dasar dimensi tiga. Pada siklus I dengan kriteria A(sangat baik) terdapat 39,73 %, pada siklus II sebesar 48,22% dan di siklus III sebesar 78,13%. (2) Terdapat peningkatan prestasi belajar siswa dari nilai rata-rata tes siklus I adalah 72,50  menjadi 76,28 pada siklus II dan 79,25 pada tindakan siklus III. (3) Pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa dengan persentase ketuntasan klasikal 65,63% pada siklus I, pada siklus II sebesar 75,00% dan pada siklus III mencapai 90,63%.

Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif Tipe Learning Together, Aktivitas  belajar dan Prestasi belajar.


Referensi


Abdul Majid. 2007. Definisi LCD Proyektor, (online), (http://belajar.kemdiknas.go.id/index7.php?display=view&mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/SMK/view&id=169&uniq=all, diakses 25 Maret 2012)

Agus Suprijono. 2009. Cooperative Learning: teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ari Damari. 2008. Kupas Matematika SMA. Jakarta: Wahyu Media.

Baharuddin dan Wahyuni.2009. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Hasan Alwi. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Miftahul Huda,. 2011. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Nana Sudjana.2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung: PT. Remaja rosdakarya.

Slameto. 2010. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Slavin, Robert. 2010. Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Suharsimi Arikunto. 2010. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Supardi dan Suhardjono. 2009. Strategi Menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta, Andi Offset.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.